Barokah itu…

Saudaraku, Mayoritas ulama memaknai barokah sebagai Ziyaadatul  Khoir atau bertambahnya kebaikan. Jika seseorang melakukan amalan baik, dan karenanya dia secara pribadi dan di luar dirinya menjadi lebih baik maka amalan tersebut dikatakan sebagai amalan barokah, Jika amalan baik yang dilakukan seseorang melahirkan atau berkembang menjadi amalan baik berikutnya, maka amalan itupun disebut sebagai amalan yang penuh barokah.

Mengingat bahwa semua takdir Allah baik dan harus kita ridloi, maka barokah juga bisa terjadi pada celah kecil yang kita anggap biasa atau bahkan merugikan, padahal seringkali disana terdapat keberkahan yang besar. Allah membuat Nabi Yusuf As, terbuang ke sumur, tapi dari sumurlah nasib baik Nabi Yusuf As, bermula, Allah Maha Rahman Rahim, tentu sangat royal dalam menebar barokah. Tebaran barokah-Nya sangat luas dan sebenarnya sering kita saksikan, tapi sering pula kita sangsikan. Sebenarnya, barokah ada pada setiap amal baik. Maka berlomba lombalah dalam melakukan amal baik dan menebarkan kebaikan (QS. 2 : 148). Jadilah pemenangnya dalam:

  1. Kecepatan dalam berbuat baik dan merespon ajakan kebaikan
  2. Pemaksimalan kualitas dan kuantitas kebaikan
  3. Besaran dampak kebaikan (barokah dari kebaikan) bagi diri dan umat

Pahamilah bahwa kemudahan dalam melakukan amal kebaikan yang penuh barokah (bernilai ibadah dan membawa kebaikan tak berbatas) berakar pada: Keikhlasan, Pemahaman ilmu, Konsisten/istiqomah dalam beramal baik

Karena itu, minta pada Allah hati yang selalu ikhlas, ilmu yang benar dan bermanfaat serta selalu istiqomah dalam ibadah dan kebaikan. Sebab dengan 3 bekal tersebut, kita akan berdaya menghadapi penghalang yang membuat kita tak bisa melakukan amal amal yang penuh barokah. Penghalang tersebut berupa: Mudah bermaksiyat, Mudah berdusta dan menipu, Melakukan riba, Mendoakan keburukan untuk diri dan orang lain, serta Serakah.

Ya Rahman, Semangatkan kami dalam melakukan dan menebar amal kebaikan yang berbunga barokah dan berbuah surga. Aamiin