Siapakah orang yang paling sibuk selama bulan Ramadhan? Jawabannya bisa macam-macam. Tapi, kita tidak akan memungkiri bahwa salah satunya adalah para pengurus alias takmir masjid. Bagaimana tidak? Selama bulan Ramadhan, setiap masjid pasti menyelenggarakan shalat tarawih, plus ceramahnya. Jamaahnya biasanya berjubel, bahkan kadang-kadang sampai harus ditambah dengan kain terpal di pelataran masjid. Disamping tarawih, setiap masjid biasanya juga menyediakan makanan takjil menjelang maghrib. Pendek kata, di bulan ini masjid benar-benar ramai sehingga pengurusnya pun pasti dibuat sibuk.
Ramainya masjid memang lumrah kita jumpai pada setiap bulan Ramadhan. Namun bagaimana halnya dengan diluar Ramadhan? Apakah juga ramai? Jawabannya bisa berbeda-beda, bukan? Masjid yang benar-benar makmur pasti selalu ramai meski diluar bulan Ramadhan. Tetapi masjid yang tidak makmur bisa jadi hanya ramai ketika Ramadhan. Diluar Ramadhan, keadaannya seringkali tidak demikian.
Rasanya, mungkin sebagian dari umat Islam belum menyadari betapa vitalnya fungsi masjid. Coba kita buka buku sejarah Nabi, terserah karangan siapa saja. Babnya Hijrahnya Nabi ke Madinah. Disitu pasti ada penjelasan bahwa salah satu perkara yang pertama kali beliau lakukan begitu tiba di Madinah adalah membangun masjid. Mungkin ini agak aneh bagi kita. Biasanya kalau kita membangun sebuah perumahan, masjidnya kan kita bangun paling belakangan. Memang lahannya bisa jadi sudah disiapkan sejak awal, tapi pembangunan masjidnya kan seringkali belakangan.
Mengapa Nabi mendahulukan pembangunan masjid? Karena dari masjidlah beliau akan membentuk sebuah masyarakat yang berkualitas. Berbagai aktivitas pembinaan umat beliau lakukan di masjid. Setiap orang beliau seru untuk datang menghadiri shalat berjamaah untuk bersama-sama rukuk dan sujud kepada Allah Yang Maha Agung. Berdzikir dan bermunajat kepada Allah. Pembinaan spiritual! Ketika para sahabat menghadiri shalat berjamaah, mereka bisa bertemu dan saling menyapa, memupuk persaudaraan dan kasih-sayang.
Pembinaan sosial! Di masjid, Nabi juga secara rutin memberikan berbagai nasihat dan pelajaran kepada para sahabat beliau. Pencerahan dan pencerdasan! Nabi benar-benar memfungsikan masjid secara maksimal, membina umat dalam segenap aspek kehidupannya. Tidak mengherankan jika dari masjid itulah kemudian terbentuk sosok-sosok sahabat Nabi yang berkualitas, yang mencerahkan kegelapan Jazirah Arab, dan memelopori kebangkitan peradaban yang benar-benar beradab.
Momen Ramadhan ini bisa menjadi awal perubahan. Sekarang ini kan masjid-masjid kita lagi ramai dan semarak. Nah, kalau kita bisa mempertahankannya terus sepanjang tahun, perubahan yang mencengangkan,